Explore the amazing world of mechanical engineering.
Established 2010


Senin, 19 Maret 2012

CC 201 45, Lokomotif Misterius

CC 201 45 yang sudah diruwat (Foto oleh Wie146)
CC 201 45 merupakan lokomotif dari keluarga CC 201, lokomotif terbanyak di Indonesia. Namun, dari sekian banyak lokomotif CC 201, hanya CC 201 45 yang paling banyak mengalami kecelakaan. Lokomotif ini juga sering mengalami perbaikan. Dan anehnya, teknisi yang memperbaiki lokomotif ini juga mengalami sakit parah. Setelah dicek berulang kali, tak ada yang aneh dari lokomotif ini. Tetapi tetap saja banyak kecelakaan tanpa penjelasan yang jelas. Penasaran, kan? Baca yuk!
Sejak awal pembuatannya, CC 201 45 (selanjutnya disebut C145) ini memang memakan banyak sekali korban di negeri pembuatnya, Amerika. Kebanyakan korbannya merupakan teknisi pembuat lokomotif ini. Dan ketika dikirim ke Indonesia pun banyak kecelakaan yang menimpa awak kapal yang mengangkut lokomotif ini.
Ketika sampai di Tanah Jawa, C145 ditugaskan untuk menarik KA Cepat Bima menuju timur. Baru beberapa bulan berdinas, C145 sudah mengalami kecelakaan. Setelah sembuh, C145 kembali ditugaskan untuk mengangkut rangkaian KA Jayabaya. Namun, lagi-lagi C145 megalami tabrakan, dan kali ini cukup parah sehingga harus dibawa menuju tempat perawatan lokomotif se-Indonesia, Balai Yasa Pengok, Yogyakarta.
Setelah sembuh kembali dengan harapan zero accident, C145 harus diuji di kompleks Balai Yasa, karena setiap lokomotif yang dibawa ke Balai Yasa Pengok, harus dites. Saat lokomotif dipacu dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba rem menjadi blong, sehingga C145 menabrak baduk (dinding pembatas) dan mengalami kerusakan berat di bagian muka.
Kehilangan ide dan menyerah, ketua teknisi Balai Yasa, Panut Suroso merasa lokomotif ini harus diperbaiki oleh teknisi ahli dari Amerika. Namun, setelah teknisi-teknisi tersebut mengetahui bahwa yang akan diperbaiki adalah C145, mereka angkat tangan karena lokomotif inilah yang membawa kesialan di sana.
Akhirnya C145 diperbaiki secara spiritual sesuai adat Jawa, yaitu diruwat. Setelah diadakan selamatan dan diarak keliling Balai Yasa Pengok, C145 dipasang sepasang ladam (sepatu kuda) di bagian cowcatcher. Selain itu C145 diberi beberapa gram emas di samping lokomotif dan disepuh dengan krom.
Setelah diruwat hingga saat ini, C145 tidak pernah mengalami kecelakaan lagi.

1 komentar:

Althof Si Railfans Rabu, 17 April 2013 14.53.00 WIB  

CC 201 Kan Lokomotif Buatan GE.Tp,C145 Kok Pembawa Sial Yah??Setelah Diruwat, Tidak Kecelakaan Lagi.Apa Lokomotif Ini Dulunya Kemasukan Hantu Apa Gak???