Explore the amazing world of mechanical engineering.
Established 2010


Rabu, 01 Mei 2013

Lokomotif Diesel Elektrik

Skema lokomotif diesel elektrik
Lokomotif diesel elektrik merupakan lokomotif bermesin diesel yang menggunakan daya listrik untuk menggerakkan roda. Roda dan mesin sebenarnya tidak tersambung secara mekanik (tidak ada gardan). Mesin menggerakkan Generator DC atau Alternator AC, yang akan mengalirkan arus listrik ke motor traksi di masing-masing as roda. Motor traksi inilah yang akan menggerakkan roda.

Untuk lokomotif dengan daya kurang dari 2000 HP biasanya menggunakan generator DC dengan arus searah, sedangkan lokomotif dengan daya di atas 2000 HP menggunakan alternator AC dengan arus bolak-balik.
Begitu pula dengan motor traksi. Motor traksi AC biasanya digunakan pada lokomotif dengan daya di atas 3000 HP, sedangkan motor traksi DC biasanya digunakan di lokomotif dengan daya kurang dari 3000 HP.
Awalnya, semua lokomotif diesel menggunakan generator DC dan motor traksi DC yang makan tempat dan hanya menghasilkan tenaga kecil. Hingga akhirnya pada tahun 1960 beberapa lokomotif baru menggunakan alternator AC, namun masih menggunakan motor traksi DC. Karena itu, alternator AC dilengkapi dengan jembatan dioda untuk mengubah arus AC menjadi DC.
Di tahun 1980, diperkenalkan Inverter Traksi, atau lebih dikenal dengan Motor Traksi AC, yang jauh lebih efisien dan tidak membutuhkan sikat karbon. Selain itu, motor traksi AC tidak makan tempat. Hanya saja, motor traksi AC membutuhkan arus listrik yang besar, yang berarti harus menggunakan mesin dengan daya yang besar pula.
Motor traksi 5GE761A19
Komponen penting lokomotif diesel elektrik lainnya adalah dynamic brake. Inti dari dynamic brake adalah mengubah motor traksi menjadi generator untuk memperlambat laju kereta api. Karena itulah, dynamic brake tidak bisa difungsikan bersama throttle. Dynamic brake mendapat momen putar itu sendiri dari momentum kereta api.
Namun, apabila dynamic brake dipakai terus menerus akan mengakibatkan panas berlebih pada motor traksi dan dapat berakibat pada kebakaran. Karena itu, lokomotif yang memakai dynamic brake juga dilengkapi dengan kipas pendingin. Dynamic brake juga akan berhenti sendiri pada kecepatan 16 km/jam.


Mesin EMD8-710G3A
Contoh lokomotif dengan sistem DC-DC adalah GE U18C, jenis mesin GE7FDL-8 berdaya 1950 HP dan generator GT581.
Contoh lokomotif dengan sistem AC-DC adalah GE C20EMP, jenis mesin GE7FDL-8 berdaya 2000 HP dan alternator GE5GTA11, serta motor traksi 5GE761A19.
Contoh lokomotif dengan sistem AC-AC adalah EMD GT38ACE, jenis mesin EMD8-710G3A berdaya 2250 HP dan alternator EMDTA12/CA9, serta inverter traksi A2916-8.
Sumber:
  • Wikipedia: Diesel Locomotive
  • AS.MM, Ir. Hartono. 2012. Lokomotif dan Kereta Rel Diesel di Indonesia Edisi 3. Depok : PT. Ilalang Sakti Komunikasi.

2 komentar:

KAI Mania,  Jumat, 03 Juli 2015 pukul 16.18.00 WIB  

Apakah lokomotif punya KAI yng CC206 termasuk dalam jenis ini?
saya masih bingung soalnya beberapa ada yang mengatakan pake gardan.
mohon maaf saya bukan orang mesin hehehe

Andri W Pratama Jumat, 02 Agustus 2019 pukul 10.59.00 WIB  

Terima kasih gan infonya,saya masih baru merintis blog pribadi yang isinya mengandung ilmu pengetahuan termasuk ilmu perkeretaapian,mohon bimbingannya.. https://awp165.blogspot.com