Explore the amazing world of mechanical engineering.
Established 2010


Minggu, 30 September 2012

Lokomotif Fairlie


Robert Francis Fairlie
Lokomotif Fairlie merupakan salah satu jenis lokomotif artikulasi dengan dua boiler kembar di depan dan belakang, atau dengan tangki batubara dan air yang dipendekkan tingginya. Lokomotif fairliedibuat oleh ilmuwan Skotlandia bernama Robert Francis Fairlie pada tahun 1864. Konsep lokomotif fairlie masih dipakai untuk hampir semua jenis lokomotif diesel dan listrik masa kini, yaitu bisa berjalan dengan posisi depan atau belakang yang menghadap depan.

                Fairlie berpendapat bahwa lokomotif konvensional memubazirkan roda-roda tender; mereka hanya digunakan untuk membawa air dan batubara. Lalu Fairlie menyadari bahwa tender itu bisa dijadikan satu dengan rangka lokomotif dan mengubahnya menjadi boiler, sehingga bisa menambah bogie penggerak.
                Hasil pemikiran Fairlie di atas telah melahirkan jenis lokomotif baru: Double Fairlie. Mengapa bernama Double Fairlie? Karena ternyata double fairlie memiliki dua wajah, depan-belakang (sebetulnya tak ada depan-belakang, wajah keduanya benar-benar mirip bahkan sama). Double fairlie juga menerapkan sistem simetrisasi, yaitu apabila lokomotif dilihat dari samping, double fairlie seperti dua lokomotif yang sama yang belakangnya digabungkan.
                Awalnya, double fairlie hanya memiliki satu tungku di tengah-tengah yang memisahkan tempat masinis dan stokar (fireman). Namun, ternyata ide ini tidak bagus. Hal ini dikarenakan jenis Double Fairlie pertama (loko pertama ini tanpa nama karena tidak sukses) sitem pembagian suhu ke kedua boilernya tidak bagus. Satu boiler panas, sedangkan boiler yang lain tak kunjung panas. Maka akhirnya kedua tungku dipisah. Double Fairlie kedua, Little Wonder, yang tungkunya terpisah, memberikan efek yang lebih baik.
Mason Janus, salah satu jenis double fairlie
                Kalau begitu, kemana tender di double fairlie? Mereka dipindahkan ke kedua sisi boiler. Namun sisi boiler ini hanya diperuntukkan untuk air. Sedangkan batubara berada di kolong kabin.
                Sistem suplai uap awalnya juga tidak efektif karena memakai pipa tembaga yang akan hancur/patah setelah kira-kira (hanya) 5 kali pemakaian. Lalu diganti dengan sistem sambungan sendi bonggol sepeti pada pipa destilasi laboratorium. Lokomotif pertama yang memakai sistem pipa tembaga adalah lokomotif yang sama yang menggunakan sistem firebox di tengah (si tanpa nama).
                Untuk sistem bogie, double fairlie tak mengalami perubahan; dua bogie yang sumbu y-nya dipasang di ujung lokomotif agar pipa uap menuju piston tidak bergerak banyak.
Lokomotif Péchot-Bourdon
                Salah satu lokomotif terlangka di dunia, Péchot-Bourdon, juga merupakan jenis double fairlie. Seorang perwira pada Perang Dunia 1, Kapten Péchot, berpikir bahwa jika satu boiler di double fairlie hancur karena tembakan, maka boiler yang lain bisa menggantikannya. Péchot-Bourdon hanya diproduksi 1 unit saja.
                Untuk double fairlie, sampai sekarang Indonesia tidak memilikinya.
                Jenis fairlie yang lainnya adalah single fairlie. Namanya juga single, single fairlie hanya memiliki satu boiler. Fairlie yang satu ini memiliki satu boiler di ujung, kabin di tengah, dan tender yang menyatu dengan rangka boiler di ujung lainnya. Single fairlie disebut juga dengan mason bogie.
WM Mason, salah satu jenis mason bogie
                Berbeda dengan lokomotif konvensional, agar mason bogie bisa menarik rangkaian dengan berjalan mundur tanpa harus diputar, maka tender terpaksa diturunkan tingginya agar masinis bisa melihat dengan leluasa.
                Mason bogie sangat populer di Amerika Serikat; begitu juga di Indonesia. Salah satu jenis mason bogie di Indonesia adalah Lokomotif B52. Ya, B52 tak perlu diputar di jembatan putar agar bisa menarik rangkaian.
                Sekian artikel dari saya tentang lokomotif fairlie yang bersumber dari wikipedia. Minggu depan saya akan membahas tentang Lokomotif Shay.

0 komentar: